4 Tempat dan Area Paling Horor Di Jepang

Tempat Paling Horor Di Jepang – Menyebut kata Jepang sudah bisa terbayangkan anime, manga dan style seperti Harajuku.

Jepang sendiri memang terkenal dengan anime Doraemon, Naruto, Bleach, One Piece dan masih banyak lagi lainnya.

Dari anak kecil hingga orang dewasa tidak pandang bulu menonton anime kesayangan mereka.

Belum lagi film horor Jepang yang membuat para penontonnya merinding. Memang kisah hantu Jepang tidak jauh berbeda dengan Indonesia.

Kalem tapi menegangkan. Banyak video penampakan yang tersebar di youtube.

Terlebih lagi tempat – tempat angkernya yang membuat kamu menyipitkan mata ketika menonton.

Hutan Aokigahara

Tempat ini sudah menjadi spot paling angker yang ada di Jepang. Bukan rahasia lagi jika hutan Aokigahara adalah tempat favorit untuk orang yang ingin bunuh diri.

Bahkan sebuah film dari Hollywood juga mengambil background ini sebagai tempat horor yang paling angker.

Aokigahara atau lebih dikenal dengan sebutan Jukai dan hutan lautan pohon ini sudah terkenal di belahan bumi lainnya.

Hutan ini pun berusia lebih dari 1200 tahun. Jika kamu memasuki jalan setapaknya tidak ada terdapat cahaya sedikit pun.

Baca Juga : Hewan Langkah Berikut Ini Sulit Untuk ditemukan Lagi, Walaupun Masih Ada

Benar – benar gelap gulita. Belum lagi pemandangan tas ransel, botol – botol sake, pita – pita merah dan masih banyak lagi barang yang sengaja ditinggalkan oleh pemiliknya sebelum memutuskan untuk bunuh diri.

Sebelum memasuki gerbang hutan Aokigahara ada sebuah papan besar yang berisi pesan nasihat agar membatalkan niat bunuh diri tersebut.

Tapi sepertinya nasihat – nasihat itu tidak digubris oleh calonnya.

Pulau Hashima

Menikmati liburan memang sangat menyenangkan jika menghabiskan waktu di pulau bersama orang – orang terdekat.

Tapi lain halnya jika kamu mengunjungi pulau Hashima. Pulau kecil yang hanya memiliki ukuran 15 km saja.

Sebelumnya pulau ini dihuni lebih dari 5000 penduduk lokal dan sebagian besar bekerja di tambang bawah laut. Tapi sayangnya harus tutup pada tahun 1974.

Tentu saja setelah penutupan ini semua penghuninya sedikit demi sedikit meninggalkan pulau Hashima.

Gunkajima, sebutan popular pulau Hashima ini menjadi pulau tak berpenghuni dengan bangunan – bangunannya.

Kesan angker pun sangat melekat ketika memasuki pulau ini. tapi kamu tidak perlu khawatir ingin berkunjung karena sejak tahun 2009 pulau ini sudah dibuka kembali untuk umum.

Baca Juga : Penemuan-penemuan Hebat yang Ditemukan Oleh Seorang Muslim

Bahkan telah UNESCO telah menyatakan bahwa pulau Hashima merupakan situs warisan dunia pada tahun 2015.

Hotel Nakagusuku Kogen

Ketika pertama kali melihat bangunan ini kamu pasti akan bergidik.

Bagaimana tidak dilihat dari sudut mana pun hotel Nakagusuku Kogen akan selalu tampak menyeramkan.

Padahal digadang – gadang hotel ini akan mampu menarik wisatawan asing pada tahun 1975. Apalgi terletak di bagian strategis sehingga mampu membuat wisatawan betah berlama – lama.

Namun, sayangnya bangunan ini harus terpaksa dihentikan karena beberapa mitos yang dipercaya lingkungan sekitar.

Ditakutkan kalau pembangunan itu tetap dikerjakan akan membuat para roh – roh yang ada disitu marah. Tempat ini pun harus terbengkalai hingga sekarang di bagian Okinawa.

Menara Kapsul Nakagin

Kisho Kurokawa adalah arsitek bangunan yang disebut Japanase Metabolism ini. sekilas bangunan ini seperti bagian rubrik yang hilang. Unik dan aneh. Tapi itu lah yang sebenarnya ingin diciptakan oleh Kurokawa sendiri.

Setiap kapsul dirancang dengan dilengkapi perabotan dan peralatan. Kapsul ini pun bisa dilepas tanpa harus mempengaruhi bagian kapsul lainnya.

Banyak dari bagian kapsul tersebut yang tampak berkarat dan ditinggalkan. Belum lagi puing – puing dari bangunan itu yang berserakan di jalanan.

Pemandangannya mencekam ini pun bisa kamu lihat di daerah Shinbashi, Tokyo.

Bagaimana?

Tertarik untuk berkunjung ke berbagai tempat paling horor di Jepang ini? Siap – siap sport jantung ya.

Baca Juga : Stadion Sepakbola Terbesar Di Dunia

Loading...

Loading…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *