Alasan dan Penyebab Seseorang Melakukan Bunuh Diri

Alasan Bunuh Diri – Jaman serba instan ini membuat semua terasa mudah.

Mau tau ini tinggal buka google, mau tau itu tinggal lihat chrom. Tapi taukah apa yang terasa instan itu tak selamanya menjadi baik.

Pada sebuah hubungan misalnya, bukan yang instan tak bagus, tapi memerlukan keberdayaan agar bisa mencapai goal yang diinginkan.

Begitu juga dengan motivasi, di saat ini ada banyak orang yang berprofesi sebagai motivator. Tanpa pernah sadar apa yang dia perbuat.

Begitu pula dengan orang yang diberi motivasi. Kuat sesaat dan akan kesepian seperti biasa. Merasa sendiri dan tidak merasa dibutuhkan.

Baca Juga : 7 Pembawa Jenazah Paling Unik dan Aneh di Dunia

Hal-hal itulah yang membuat sebuah training motivasi bersama dengan buku-buku motivasi tak bermanfaat lebih dari keadaan pribadi yang berkeyakinan. Keyakinan seperti inilah yang harus dipupuk.

Sama seperti kepercayaan akan Tuhan dan apa yang kita perbuat selama mengisi kehidupan.

Meski begitu tak melulu salah, karena motivasi sangat bergandengan dengan manajemen. Seperti Martin van Mesdag didalam Marketing Week, menulis :

“ Memotivasi orang adalah tugas paling utama bagi manajemen.

Tugas tersebut mencakup kemampuan untuk berkomunikasi, memberi teladan, menghadapi tantangan, memberi dukungan, mengumpulkan umpan balik, melibatkan orang, melaksanakan pendelegasian, melaksanakan pengembangan dan pelatihan, memberi informasi, memberikan briefing, serta menjamin berlakunya penghargaan yang layak.”

Jadi hal yang mendukung motivasi bukan merupakan kesalahan, hanya kekuatan akan kebiasaan serta norma yang berlaku dan melekat dalam kebiasaan itu yang perlu ditekankan.

Contoh dalam kehidupan nyata orang tua mencontohkan ketika sedang turun secara ekonomi, apa yang diperbuat?

Misalkan hanya marah-marah, wujud dari depresi atau mengambil langkah progresif seperti menjual aset yang membuat terlihat berbeda dari sebelumnya.

Tak ada mobil keluarga atau rumah yang ukurannya cukup luas. Bisa juga sang orang tua, merintis kembali dengan tidak mengubah secara mendasar apa yang ada didalam keluarga.

Semua ini menjadi pelajaran secara langsung yang dapat dipetik oleh anak-anak dikemudian hari. Contoh langunglah yang lebih merekat dalam hati dan dalam pengambilan keputusan.

Di bandingkan dengan motivator yang hanya sekali atau dua kali pertemuan.

Tingkat depresi saat ini meningkat bisa dikatakan karena kehidupan bersosialisasi menurun karena kesibukan, serta membaiknya jaringan internet yang memudahkan akses sosial media. Mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.

Maksudnya, dengan orang yang disebelah kita hanya diam, tanpa basa-basi atau komunikasi, sedangkan dengan orang yang berjarak jauh seakan-akan dekat, penuh cerita dan lengkap seperti sedang bersebelahan.

Meski tidak ada yang salah namun perubahan-perubahan cara berkomunikasi seperti ini yang membuat tingkat depresi serta merasa sendiri menjadikan semakin tak berharga dan tak dibutuhkan oleh orang lain yang memicu bunuh diri menjadi hal yang lumrah.

Ditambah dengan terlalu terbukanya contoh-contoh pelaku kekerasan serta cara bunuh diri dengan beragam cara.

Meski hanya bahasan, buat orang yang sudah gelap mata merasa ini bisa jadi jawaban atas permasalahannya.

Padahal manalah bisa jawaban atas penderitaan dan tekanan hanyalah untuk mengakhiri hidup.

Niscayanya hidup itu sudah diatur oleh yang Kuasa, baik rejeki, hidup hingga kematian. Tanpa perlu memikirkan bagaimana untuk mati.

Itu yang dibilang motivasi bukan untuk penyelesaian masalah atas solusi dari depresi. Namun hanyalah cara untuk mencari jalan keluar atas masalah yang sedang mendera.

Menaikkan semangat hidup dan yakin untuk bertumbuh bersama keimanan. Bukan ujug-ujug dari motivasi bisa sukses.

Baca Juga : 7 spesies tanaman paling aneh dan unik di dunia

Loading…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *