Alasan Mengapa Banyak Bioskop Di China Sepi Dari Penonton

Penyabab Bioskop Di China Sepi Dari Penonton – Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar di seluruh dunia, Cina merupakan pasar yang tepat untuk berbagai jenis bisnis. Tidak terkecuali, bisnis industri hiburan.

Banyak film-film box office yang berasal dari Cina dan sukses merajai tangga popularitas termasuk menembus pasar Hollywood.

Tidak heran jika lantas, industri perfilman di Negeri Tirai Bambu ini mulai berkembang pesat. Banyak bioskop-bioskop yang mulai didirikan.

Baca Juga : Legenda dan Asal Usul Gunung Sagara

Hingga kini total ada sekitar 40 ribu lebih jumlah bioskop yang ada di negara asal Jet Li dan Jacky Chan tersebut.

Seperti pada umumnya para pecinta film di seluruh dunia. Apabila ada satu atau dua film baru yang akan diputar dan sudah ditunggu-tunggu penayangannya, antrian masuk ke studio bioskop pasti akan mengular.

Terlebih saat ini penduduk Cina yang sudah mencapai 1,5 milyar juta lebih. Mendapatkan sejumlah penonton bioskop pasti tidak sulit.

Hal ini lantas mendorong berbagai kalangan pengusaha bioskop untuk mencoba mencicipi manisnya kue bisnis bioskop di Cina.

Sayang disayang, kondisi kepadatan penduduk tidak berbanding lurus dengan peminat film yang sudi melihat ke bioskop. Padahal, banyak film Cina berkualitas yang seru dan layak ditonton.

Bahkan dari mulut beberapa pengamat bisnis bioskop di Cina. Tidak jarang, para pengusaha bioskop akhirnya menyewakan tempat mereka kepada masyarakat umum. Misalnya untuk acara pernikahan, tempat pertemuan, seminar, dan kegiatan komersil lainnya.

Kondisi bisnis bioskop yang lesu ini memang layak dipertanyakan. Jika Anda termasuk yang penasaran, inilah alasan mengapa banyak bioskop di China sepi dari penonton:

Kemampuan ekonomi masyarakat

Berbeda dengan di Indonesia, masyarakat di Cina terutama yang berada di pinggiran kota benar-benar kesulitan di bidang ekonomi.

Masyarakat Cina yang berada di pedesaan dan pinggiran kota seringkali berada di rumah yang kumuh dan daerah miskin.

Bahkan, ada yang tinggal di desa dan gua. Lalu, melihat kondisi ekonomi yang masih terbatas, masihkah mereka sempat berpikir untuk menonton ke bioskop?

Daripada untuk menonton film di bioskop, lebih baik mereka memikirkan cara untuk membiayai pendidikan atau makanan sehari-hari.

Selain itu, mereka masih beranggapan jika TV sebagai sarana hiburan yang murah dan meriah di rumah. Masih sangat mencukupi kebutuhan rekreasi yang ekonomis.

Teknologi praktis

Masyarakat di Cina yang tinggal di perkotaan besar atau masyarakat urban juga umumnya senang melihat film-film langsung dari ponsel pintar atau piranti canggih yang mereka miliki di rumah.

Jika ada fasilitas gratis di rumah yang bisa memungkinkan menonton film kapan saja, lalu kenapa harus pergi ke bioskop? Biaya internet dan streaming film di CIna juga sangat murah.

Kurangnya promo

Bisnis bioskop yang sepi dari penonton seharusnya membuat para pengusaha dan pemilik bioskop merasa lebih terpacu untuk mencari lebih banyak penonton. Kurangnya strategi pemasaran terutama dari promosi juga turut berpengaruh.

Di korea selatan, fasilitas dan promo harga sering menjadi daya tarik para pengunjung bioskop yang rela mengantri untuk menonton film favorit. Selain itu, jenis-jenis film yang diputar juga selalu up to date dan berganti-ganti sesuai permintaan penonton.

Meski terlihat minim peminat, para pengusaha bioskop di Cina tetap berusaha optimis dan menganggap bahwa suatu saat pasti bioskop yang mereka kelola bisa dipenuhi pengunjung seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan industri hiburan.

Baca Juga : Thug Behram : Sang Pembunuh Sadis Dengan 931 Korban

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *