Cara Budidaya Tanaman Anggrek dengan Media Arang

Cara Budidaya Tanaman Anggrek dengan Media Arang – Siapa yang tidak mengetahui tanaman anggrek? Anggrek merupakan jenis tanaman yang lumayan dikenal sebagai penghias rumah agar terlihat lebih indah dan asri.

Cara Budidaya Tanaman Anggrek

Cara Budidaya Tanaman Anggrek

Tanaman anggrek ini biasa disebut Bunga Puspa Pesona Bangsa. Tanaman ini tidak pernah kalah saing dengan bunga hias lainnya.

Sebab bunga tanaman anggrek ini memiliki tampilan yang bisa menghadirkan kesan berwarna yang menonjol.

Tanaman ini juga bukan tanaman yang ketinggalan jaman karena banyak orang yang menyukainya dari waktu ke waktu.

Anggrek ini juga mempunyai banyak spesias. Mulai dari anggrek alam sampai anggrek budidaya yang tetap memiliki pesona tersendiri di masyarakat.

Pada prose budidaya anggrek, anda bisa menggunakan beragam jenis media tanam yang semestinya contohnya dengan sabut kelapa, akar pakis, moss spagnum atau arang kayu.

Dan dari semua jenis proses budidaya tanaman anggrek tersebut, media arang kayu adalah cara yang sangat mudah dan dapat dilakukan dengan harga murah.

Serta dengan menggunakan media ini, andalkan lebih menguntungkan. Anda bisa mencobanya dengan cara sebagai berikut:

  1. Pertama-tama anda perlu memotong arang dengan potongan keci sebelum digunakan. Jenis arang yang keras bisa mengurangi pergerakan akar anggrek untuk mengikat air, dengan cara memotongnya lebih kecil terlebih dahulu hambatan tersebut bisa dikurangi.

Untuk panduan, pada pot berdiameter 15 cm atau lebih, umumnya potongan arang yang dipakai mempunyai panjang 2 cm, lebar 2 hingga 3 cm, dan tebal 2 hingga 3 cm. Namun bila pot lebih kecil, anda hanya perlu menggunakan potongan arang yang lebih kecill dari sebelumnya.

  1. Berikan tiang sebagai penyangga sampai menyentuh dasar pot bunga. Dianjurkan untuk menggunakan kawat dengan diameter 2 hingga 4 mm sebab akan menjadi kokoh dan tahan lama. Kegunaan penyangga tersebut agar membuat anggrek tidak bergerak atau goyang saat disiram atau terkena yang lain. Namun, bila akar telah menempel kuat pada pot, anda bisa melepaskan penyangga.
  2. Tambahkan pecahan batu bata atau genteng sepertiga dari tinggi pot.
  3. Kemudian, tambahkan arang sebanyak sepertinya lagi.
  4. Lalu letakkan anggrek di atas kedua potongan tersebut agar dapat mengatur posisinya dan tersebar secara merata.
  5. Rekatkan batang anggrek pada tiang penyangga agar dapat tegak dengan kokoh. Tidak perlu merekatkannya terlalu kencang sebab bunga anggrek akan rusak.
  6. Cara terakhir, jika isi sisa pot masih bersisa, berikan media arang secukupnya. Anda bisa menambahknya sedikit dan tidak perlu sampai batangnya tertutup.

Loading…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *