Daftar Mata Uang Paling Tinggi harganya

Mata Uang Yang paling Berharga – Money, money, money, must be funny, in the richman world… Siapa yang pernah mendengar lagu tersebut? Uang.

Tentunya kita tahu dan paham betul apa itu uang.

Padam era modern ini, uang merupakan salah satu kebutuhan manusia, karena uang bisa ditukar dengan kebutuhan manusia seperti makanan, pakaian, dan lain sebelumnya. Bagaimana sejarah uang?

Padam zaman sebelum ditemukan uang, manusia memiliki berbagai macam kebutuhan hidup.

Dan untuk memenuhi kebutuhan hidup, manusia tidak bisa menciptakan setiap barang yang diperlukan sendiri.

Tentu saja, membutuhkan barang yang lain.

Misalnya saja seorang petani ingin menanam jagung, namun untuk menanam jagung memerlukan pacul, dan bibit. Sebut saja petani A.

Dia memiliki jagung hasil panen kemarin. Nah untuk mendapatkan pacul dan bibit, A menukar jagung yang ia miliki dengan pacul dan bibit, dengan B yang merupakan pengrajin pacul dan C yang merupakan supplier bibit jagung.

Sistem ini disebut barter. Namun, seiring dengna perkembangan jaman, metode ini menemukan kesulitan.

Orang-orang tidak tahu standar baku untuk menukar barangnya. Tidak ada patokan yang jelas, hanya berdasarkan kebutuhan semata.

Karena itu diciptakanlah uang. Uang mengalami perkembangan, mulai dari yang berbentuk kulit kerang, batu-batuan, uang logam sampai uang kertas dan bahkan uang virtual. Bagaimana cara menentukan standar uang?

Untuk menentukan standar uang sendiri dilakukan dengan berbagai metode.

Ada standar logam, dimana nilai uang ditentukan dari bahan yang membentuk logam mata uang.

Ada juga standar kertas, dimana uang yang beredar di masyarakat ditentukan oleh pemerintah yang mengedarkan uang, dalam hal ini bank central.

Kalau begitu kita cetak saja uang sebanyak mungkin?

Bisakah seperti itu?

Tentu saja bisa.

Namun akan berdampak kepada stabilitas perekonomian negara. Bayangkan uang yang dicetak beredar banyak.

Banyak orang yang kelebihan uang, dan harga barang semakin turun, yang mengakibatkan rusaknya harga pasar.

Baca Juga : Sejarah dan Asal Usul Penemuan TTS (Teka Teki Silang)

Belum lagi dikaitkan dengan impor ekspor, dan utang antar negara.

Lalu bagaimana dengan standar uang, mengapa standar kurs/pertukaran uang setiap negara berbeda?

Ada banyak faktor yang menyebabkan perbedaan nilai mata uang. Suku bunga, inflasi, neraca perdagangan, stabilitas perekonomian, kondisi politik berpengaruh terhadap tingginya mata uang di suatu negara.

Lalu mata uang negara mana saja yang paling tinggi harganya? Kita simak berikut ini.

Inggris (Poundsterling)

Negara yang terletak di benua Eropa ini punya nilai mata uang yang cukup tinggi.

1 poundsterling setara dengan 1,72 euro, atau 2,3 dollar USA. Satuan terbesarnya adalah 50 poundsterling.

Meskipun notabene negara di Eropa menggunakan Euro, namun Inggris tetap mempertahankan poundterling sebagai mata uang resminya.

Oman (Rial)

Mata uang Rial atau disingkat OMR setara dengan 1,29 euro, atau 2,60 dollar USA.

Oman terletak di benua Asia, dan masih merupakan negara jazirah Arab.

Negara ini masih berbentuk monarki absolut yang dipimpin oleh seorang Sultan.

Bahrain (Dinnar)

Lagi-lagi negara di Asia, dan masih merupakan jazirah Arab. Bahrain dengan mata uang dinnar (BHD), setara dengan 1,97 euro atau 2,67 dollar USA.

Baca Juga : Daerah di Indonesia yang Memiliki Suhu Paling Rendah

Negara ini terkenal dari sektor perbankan dan pariwisatanya. Bahrain berbentuk kepulauan.

Malta (Lira)

Negara di Eropa Selatan, dengan mata uang Lira.

Negara ini berbentuk kepulauan. 1 lira Malta setara dengan 2,33 euro, atau 3,15 dollar USA.

Kuwait (Dinnar)

Nama mata uang Kuwait adalah Dinnar. Negara di Timur Tengah ini punya nilai tukar 2,58 Euro, atau 3,46 dollar USA.

Berarti kalo ditukar ke rupiah saat ini kurang lebih sekitar Rp 50.000,- untuk 1 dinnarnya.

Nilai tukar ini lantas menjadikan Kuwait sebagai negara dengan nilai tukar paling tinggi di dunia.

Sekian informasi tentang daftar mata uang paling tinggi harganya.

Baca Juga : 5 Sekolah Menengah Atas (SMA) Paling Baik Di Dunia

Loading...

Loading…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *