Efek Paling Mengerikan Akibat Hukuman Kebiri Pada Manusia

Efek Paling Mengerikan Akibat Hukuman Kebiri Pada Manusia – Hukuman kebiri adalah salah satu cara yang dianggap bisa efektif membuat jera para pelaku predator seksual.

Para predator seksual di era modern, tidak hanya menyerang wanita. Akan tetapi, justru menjadi sosok biadap bagi anak-anak dan balita.

Oleh karena itulah, pemerintah di seluruh dunia mulai melirik hukuman kebiri bagi para pelaku kejahatan seksual.

Bahkan, presiden Republik Indonesia sendiri, Ir Joko Widodo sudah menyetujui peraturan pemerintah pengganti undang-undang yang menyatakan jika pelaku kejahatan seksual terhadap anak layak untuk dihukum kebiri.

Baca Juga : Sejarah Dan Asal Usul April Mop

Harapan besar ke depan tentu saja, pemerintah yang sudah memberlakukan hukuman kebiri pada predator seksual anak mampu menghapus segala bentuk tindakan kejahatan seksual terhadap anak yang dilakukan secara sadar ataupun tidak sadar.

Pengertian hukuman kebiri itu?

Dalam dunia kedokteran hukuman kebiri sendiri bisa dilakukan melalui tindakan bedah dengan bahan kimia agar bisa melenyapkan fungsi testis pada seorang laki-laki.

Seperti diketahui, testis dapat menghasilkan senyawa testoteron yang menimbulkan hasrat dan ejakulasi.

Apabila, fungsi ini dihilangkan, maka diharapkan sang pelaku kejahatan seksual tidak akan lagi bisa melakukan kejahatannya.

Sebenarnya, hukuman kebiri pada zaman kuno sudah lazim dilakukan, baik di Asia maupun di Eropa.

Para Qadi atau hakim di Cina, dahulu juga melakukan praktik kebiri karena tidak ingin menikah.

Sementara itu, di wilayah lain di seluruh dunia. Seperti timur tengah, asia selatan, eropa dan Afrika, kebiri dilakukan karena faktor tradisi sosial dan religi.

Misalnya, pada saat suatu kubu memenangkan pertempuran, maka mayat para prajurit yang kalah akan dikebiri sebagai simbol kekalahan.

Negara yang memberlakukan hukuman kebiri

Ternyata tidak hanya Indonesia saja yang memberlakukan hukuman kebiri demi memberantas kejahatan seksual anak.

Di negara-negara lain juga sudah berlaku. Seperti Ceko, Jerman dan Argentina. Selain itu, Moldova, Estonia, serta Australia dan Selandia Baru.

Yang tidak ketinggalan, ada Rusia, Korea Selatan serta Israel dan sejumlah negara bagian Amerika Serikat.

2 Macam Teknik hukuman kebiri

Kebiri Fisik

Hukuman kebiri secara fisik bisa dilakukan dengan tindakan memotong organ kemaluan eksternal sang pelaku kejahatan.

Dengan amputasi atau memotong organ vital seksual ini diharapkan bisa memberikan efek jera karena sang pelaku menjadi kekurangan senyawa hormonal yang mengurangi libido atau hasrat seksual.

Kebiri Kimiawi

Selain itu, ada pula hukuman kebiri secara kimia. Yaitu dilakukan dengan memasukkan zat kimia berupa anti androgen pada tubuh sang pelaku kejahatan.

Fungsinya sama agar mengurangi hormon testoteron pada seorang laki-laki.

Tidak berpengaruh pada perilaku atau mengubahnya menjadi seperti wanita, namun hanya berimbas pada hormon dan libido seksual.

Saat proses pemberian zat kimia, dokter biasanya akan melakukan injeksi ataupun memberikan pil dengan dosis tertentu.

Efek paling mengerikan akibat hukuman kebiri pada manusia

Karena hukuman kebiri dilakukan dengan cara-cara manual dan tidak alami. Maka akan menimbulkan efek negatif  pada tubuh manusia.

Efek paling mengerikan akibat hukuman kebiri pada manusia selain berubah dari segi hasrat seksual tentu juga mempengaruhi penampilan secara fisik.

Sang pelaku kejahatan yang diberikan hormon anti androgen secara terus menerus, akan terlihat lebih tua dari umurnya karena efek penuaan dini.

Selain itu, tulang juga akan cepat keropos atau terjadi osteoporosis. Selain itu, massa otot berkurang sehingga tubuh lebih mudah gemuk.

Yang pasti, sang pelaku kejahatan akan sulit melakukan hubungan suami istri jika memilih untuk menikah atau menjalani hidup dalam pernikahan.

Tidak heran jika sampai saat ini hukuman kebiri masih dianggap kontroversi.

Baca Juga : Kecelakaan-Kecelakaan Yang Memiliki Jumlah Korban Paling Besar Di Dunia

Loading…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *