Kelakuan Penumpang Commuterline Yang Bikin Heboh

Kelakuan Penumpang Commuterline Yang Bikin Heboh – Kamu yang tinggal di Jakarta mau coba kejamnya Ibukota daripada ibu tiri coba deh naik commuterline pada jam kerja.

Pastikan kamu bahwa itu adalah hari kerja. Cek tanggalan dulu sebelum berangkat. Hari Senin tapi hari raya Waisak misalnya. Ga berlaku ya.

Jadi Senin sampai Jumat, jam 6.30 sampai dengan jam 8.30. Selebihnya cuma luar biasa tapi ga kejam.

Definisi kejam disini adalah penuh. Sesak. Ga ketahuan mana kaki kamu mana kaki orang.

Dan bukan hanya itu, kaki masuk, tas belum masuk pasti ada yang nolongin pegang. Yang pegang siapa?

Baca Juga : Efek Paling Mengerikan Akibat Hukuman Kebiri Pada Manusia

Orang yang sudah didalam rangkaian kereta. Kalau yang diluar artinya barang kamu ketinggalan dong.

Dan jangan kuatir, meski kamu sudah hamil besar, kadang perlu jerit-jerit buat minta bangku.

Padahal bangku prioritas ada. Ya kalau lagi penuh keseringan mah sudah habis diisi si manula, ibu membawa balita ataupun ibu hamil lainnya.

Sang pemilik kursi, seperti anggota legistlatif ogah tergantikan. Ada orang cacat berdiri didepannyapun akan pura-pura terbangun dan kemudian dengan modus yang standar yaitu tidur cantik. Pakai masker, headset yang nutupin telinga hingga kacamata hitam.

Jangan pernah bertanya mengapa itu terjadi, selain itu adalah salah satu contoh kejamnya Ibukota melalui sebuah keseharian.

Meski begitu commuterline itu selain di caci maki tapi juga ditunggu-tunggu. Dia membatalkan keberangkatannya semua penumpang sedih.

Dia mogok karena problem signal semua orang terlambat ke tempat tujuan. Tapi, tetap saja nanti sore orang-orang sudah penuh di stasiun.

Ketika ada mobil tertabrak kereta api, secara bersamaan kita menghujat si pengendara mobil. Seakan kita cinta sampai mati sama sang pujaan hati commuterline.

Terlupakan kalau karena keterlambatannya hampir aja diusir sama dosen galak yang suka ngancam ga boleh ujian.

Ancamannya ini membahayakan kelangsungan hidup kita yang sedang indah-indahnya.

Selain kepenuhan dalam rangkaian yang lebih kejam dari ibu tiri, dalam kesehariannya commuterline mengalami berbagai cobaan seperti melihat orang berdorong-dorongan.

Bahkan tak jarang berebutan tempat duduk hingga jambak-jambakan.

Kalau kamu ga percaya berarti kamu kuper, kurang pergaulan,  karena sempat viral perempuan jambak-jambakan bukan kenal, bukan rebutan pacar, hanya rebutan tempat duduk.

Meski tak benar namun semua ini ga salah, karena taukah kamu, jaraknya cukup jauh loh, ada penumpang dari Jakarta kota ke Bogor. Bayangkan saja kalau kamu harus berdempet-dempetan dengan sebegitu banyak orang. Pasti ga nyaman.

Jadi mendapatkan tempat duduk adalah pilihan terbaik kalau tidak mau memanggilnya pilihan sempurna. Tapi ga ada pilihan yang lebih baik selain naik commuterline.

Bebas hambatan cuuuuy. Biar dikata hampir 1,5 jam tetap lebih cepat dari naik motor sekalipun. Asumsi naik motornya jam 6 pagi. Bukan jam 4 subuh.

Lainnya lagi naik Commuterline itu murah, paling hanya kena tarif 7 ribu perak. Kalau dari Bekasi sampai  Tanah Abang cukup 3 ribu say ☺☺☺

Tapi jangan selalu kamu berpikir masuk kandang singa, di dalam commuterline kamu bisa dapat kue dari ibu-ibu, bisa dapat teh kemasan dari bapak tua yang kita kasih tempat duduk.

Tinggal gimana kebaikan kamu sama orang di dalam commuter, syukur-syukur kamu tampan kali aja di dalam situ ketemu jodoh yang manis dan baik hati.

Meski kejam karena aksi dorong-dorongan itu hanya sekilas tentang kehidupan Ibukota yang selalu keras.

Salam dari Ibukota.

Baca Juga : Sejarah Dan Asal Usul April Mop

Loading...

Loading…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *