Kutipan-Kutipan Puisi Sapardi Djoko Damono Paling Menggugah Relung Hati

Puisi Sapardi Djoko Damono Paling Menggugah – Sapardi Djoko Damono ialah salah satu seorang penulis yang sangat terkenal di Indonesia karena menghasilkan banyak karya yang memiliki nilai estetika yang tinggi.

Bagi pecinta sastra mungkin sudah tidak asing dengan nama Sapardi Djoko Damono, bahkan kebanyakan sastrawan muda banyak yang menjadikan beliau sebagai tokoh inspirasi masa kini.

Namun bagi mereka yang masih awam terhadap sastra pasti belum mengenal telalu dalam siapakah beliau.

Sapardi Djoko Damono ialah salah satu sastrawan Indonesia yang lahir tahun 1940 yang karyanya masih terkenal hingga saat ini.

Baca Juga : Kenapa Pink Identik Dengan Perempuan? Apa Saja Sih Hal-hal Dibalik Warna Pink?

Salah satu karyanya yang masih sangat terkenal ialah karya puisi nya yang begitu mematahkan relung-relung hati terdalam.

Berikut ini ada beberapa kutipan puisi sapardi djoko damono yang  menggugah hati :

Sajak Kecil Tentang Cinta

Mencintai angin harus menjadi suit

Mencintai air harus menjadi ricik

Mencintai gunung harus menjadi terjal

Mencintai api harus menjadi jilat

Mencintai cakrawala harus menebas jarak

Mencintaimu harus menjelma aku

Hujan Bulan Juli

Tak ada yang lebih tabah

Dari hujan bulan juni

Dirahasiakannya rintik rindunya

Kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak

Dari hujan bulan juni

Dihapuskannya jejak-jejak kakinya

Yang ragu-ragu dijalan itu

Tak ada yang lebih arif

Dari hujan bulan juni

Dibiarkannya yang tak terucap

Diserap akar pohon bunga itu

Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Hatiku Selembar Daun

Hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput

Nanti dulu, biarkan sejenak aku terbaring disini

Ada yang masih ingin ku pandang, yang selama ini senantiasa luput

Sesaat adalah abadi sebelum kau sapu tamanmu setiap pagi

Pada Suatu Hari Nanti

Pada suatu hari nanti

Jasadku tak akan ada lagi

Kau takkan kurelakan sendiri

Pada suatu hari nanti

Suaraku tak terdengar lagi

Tapi diantara larik-larik sajak ini

Kau akan tetap kusiasati

Pada suatu hari nanti

Impianku pun tak dikenal lagi

Namun di sela-sela huruf sajak ini

Kau takkan letih-letihnya kucari

Ketika Kau Tak Ada

Ketika kau tak ada, masih tajam seru jam dinding

Jendela tetap seperti matamu

Nafas langit pun dalam dan biru, hanya aku yang menjelma kata, mendidih, menafsirkanmu

Kau mungkin jalan menikung-nikung itu

Yang menjulur dari mimpi, yang kini

Mesti ku tempuh, sebelum sampai dimuaramu

Sungguh tiadakah tempat berteduh disini?

Kalau ada diantara jajaran cemara itu

Kepada siapa mesti kucari jejak nafasmu?

Magrib begitu deras, ada yang terhempas

Tapi ada goresan yang tak akan terkelupas

Hutan Kelabu Dalam Hujan

Hutan kelabu dalam hujan

Lalu kusebut kembali kau pun kekasihku

Langit dimana berakhir setiap pandangan

Bermula kepedihan, pedih itu

Temaram terasa padaku semata

Memutihkan dari seribu warna

Huajn senandung dalam hutan

Lalu kelabu, mengabut nyanyian

Itulah 7 puisi karya Sapardi Djoko Damono yang begitu menggetarkan hati dan jiwa, meskipun terkadang memahami puisi memang sulit tapi biasanya tulisan lebih mampu memahami kita dibanding ucapan lisan seseorang.

Semoga kutipan puisi diatas dapat menjadi inspirasi kita dalam menghasilkan karya. Semoga bermaanfaat dan mohon maaf jika ada kesalahan. Terimakasih.

Baca Juga : Hal Aneh dan Aneh Yang Sering Dilakukan Oleh Perempuan

Loading…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *