Misteri Inti Bumi Yang Saat Ini Belum Terpecahkan

Misteri Inti Bumi Yang Belum Terpecahkan – Bumi yang kita tempati ini ternyata sudah berumur 4.543 juta tahun.

Dengan umur bumi yang hampir 5 milyar tahun ini tentu sudah banyak yang terjadi di lapisan-lapisan dalam maupun luar bumi.

Bumi mengitari matahari, dan berada di galaksi Bimasakti. Kita tinggal di bumi, dan bumi ternyata punya banyak lapisan di bawahnya.

Terbayang seperti apa isi bumi?

Lapisan bumi rupanya seperti kulit bawang. Lapisan paling atas disebut dengan litosfer. Bagian tengah disebut mantel/astenosfer dan lapisan paling dalam disebut sebagai inti bumi.

Litosfer atau kerak bumi (crust)

Adalah bagian terluar bumi yang muncul di permukaan.

Kerak bumi terdiri dari dua, yaitu kerak samudera dan kerak benua. Tebal kerak benua mencapai 70 km, sedangkan tebal kerak samudera mencapai 15 km.

Baca Juga : Daerah di Indonesia yang Memiliki Suhu Paling Rendah

Kerak bumi terdiri dari lapisan batuan dan tanah. Lapisan kerak bumi merupakan lapisan yang tidak stabil dan tidak rata.

Batu-batuan yang terdapat di kerak bumi terdiri dari batuan magma dan batuan vulkanik, serta batu-batuan penyusun lainnya.

Di lapisan inilah terdapat berbagai makhluk hidup, termasuk kita para manusia, binatang dan tumbuhan.

Suhu udara di lapisan kerak bumi beragam. Lapisan ini mengambang di atas mantel.

Terjadi perdebatan tentang bagaimana terjadi mekanisme tarik-menarik antara lempeng di lapisn ini.

Lapisan kulit bumi juga tempat dimana lempengan tektonik berada, yang diperlajari membentuk benua-benua yang ada di dunia.

Baca Juga : Daftar Mata Uang Paling Tinggi harganya

Bumi pada jutaan tahun lalu diyakini merupakan satu benua, yang kemudian terpisah dan menyatu karena adanya pergeseran lempeng tektonik. Di lapisan ini terdapat dampak dari tenaga eksogen dan endogen.

Lapisan mantel atau astenosfer

Lapisan mantel atau astenosfer, lebih panas dan lebih tidak stabil. Dalamnya kira-kira 700 km.

Astenosfer berfungsi seperti jel pelumas antara litosfer dan inti bumi. Suhu di astenosfer bisa mencapai 500-900 derajat celcius.

Astenosfer dipercaya memproduksi minerologi setara peridot.

Elemen peridot ini tersebar di seluruh bumi, dan merupakan 84% dari isi bumi. Lapisan astenosfer terdiri dari dua lapisan, yaitu lapisan atas dan lapisan bawah (mesosfer).

Di lapisan ini terbentuk magma cair yang sering terdapat di dalam gunung-gunung berapi yang aktif.

Masa zat di lapisan ini bergerak dengan lambat, dan seolah-olah mengambang.

Inti bumi atau barisfer

Nah, bagian terdalam dari bumi disebut dengan inti bumi.

Inti bumi terdiri dari dua lapisan, yaitu lapisan luar dan dalam. Inti bumi ini diteliti berbentuk cairan panas. Lapisan luar inti bumi meiliki ketebalan 2,300 km.

Belum ada yang bisa melihat inti bumi ini, tetapi berdasarkan penelitian, dipercaya terdiri dari 80% besi, nikel dan elem-elemen lainnya yang lebih ringan.Ketika bumi mulai terbentuk dari pendinginan jutaan tahun lalu, elemen yang lebih berat jatuh ke perut bumi, dan elemen yang lebih ringan mengapung di permukaan luar.

Lapisan luar inti bumi sangatlah panas, diperkirakan mencapai 5,070 derajat celcius.

Lapisan luar kulit bumi cukup cair, dan memiliki kadar viskositas yang rendah. Hal ini juga yang bisa menciptakan daya tarik bumi.

Lapisan dalam inti bumi, mirip dengan lapisan luar inti bumi. Terdiri dari besi dan nikel, dengan jarak 1,220 kilometer.

Perbedaan antara lapisan luar dan dalam terdapat dari kadar keringanannya. Lapisan dalam lebih kokoh.

Diyakini terdiri dari berbagai jenis elemen seperti emas, perak, platinum. Suhu di lapisan dalam inti bumi bisa mencapai 5,400 derajat celcius.

Baca Juga : Sejarah dan Asal Usul Penemuan TTS (Teka Teki Silang)

Loading...

Loading…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *