Misterius : Cacing Di Selandia Baru Bisa Bercahaya Di Dalam Gua

WOWaneh.com – Ada yang suka memancing?

Pasti tahu umpan yang satu ini. Ya, cacing, yang bentuknya kecil seperti ular, pipih dan biasanya licin.

Hewan yang satu ini merupakan hewan yang lunak, tidak bertulang belakang, yang tidak memiliki tangan atau kaki.

Cacing bergerak dengan perutnya. Ukurannya bermacam-macam, bahkan ada yang mencapai 58 meter (bootlace worm). Habitat cacing berbeda-beda, ada di darat dan lautan.

Cacing bisa bersifat parasit, tinggal di dalam makhluk hidup lain seperti manusia, babi, dan mengambil sari-sari makanan.

Baca Juga : Penjahat Paling Bodoh di Dunia

Namun cacing juga banyak kegunaannya, di antaranya:

  1. Cacing tanah bisa dijadikan umpan untuk memancing ikan, karena geliatnya yang bisa mengundang perhatian ikan.
  2. Cacing tanah bisa digunakan sebagai obat untuk berbagai jenis penyakit, misalnya hepatitis dan tifus, karena ternyata kaya protein.
  3. Cacing jenis sonari bisa dijadikan obat antimikroba, seperti diare atau tifus.
  4. Cacing bisa menyuburkan tanah, dan dijadikan pupuk kompos.

Lalu tahukah kamu ada cacing yang unik, dengan nama waitomo glowworm. Mau tahu faktanya? Berikut fakta misterius cacing di Selandia Baru bisa bercahaya di dalam gua.

  1. Cacing yang satu ini berasal dari gua Waitomo, di Pulau Utara di Selandia Baru. Cacing ini termasuk ke dalam jenis cacing endemic, dengan nama latin Arachnocampa luminosa. Cacing ini termasuk hewan yang dapat bersinar (bioluminensi). Cacing ini juga dinamai titiwai oleh suku Maori. Cacing ini bersinar bahkan ketika masih menjadi larva dan kepompong.
  2. Cacing ini diam di dinding gua yang lembap, serta di dalam hutan. Cacing bersinar glowworm Arachnocampa luminosa pertama kali dijelaskan pada 1871, ketika menambang emas di sekitar wilayah Thames, Selandia Baru. Cacing glowworm bersinar terang dengan warna kelap-kelip biru, tampak indah ketika kita menjelajahi gua dengan menyusuri sungai.
  3. Nah mengenai habitatnya sendiri, Gua Waitomo, Waitomo berasal dari bahasa Maori yaitu Wai yang artinya air, dan Tomo yang artinya lubang. Gua Waitomo sebenarnya merupakan gua alam yang sepi, sebelum dilakukan eksplorasi oleh seorang peneliti Inggris Fred Mace, dibantu kepala suku Maori Tane Tinorau pada 1887. Penelusuran gua dilakukan dengan menyusuri sungai, dengan menggunakan lilin cempor. Selain menemukan cacing, kedua penjelajah ini juga menemukan susunan batuan yang unik. Mereka kemudian menjelajahi gua Waitomo berkali-kali, sampai akhirnya menemukan tempat masuk, dan akhirnya eksplorasi diambil alih oleh pemerintah.
  4. Arachnocampa luminosa bisa ditemukan di sekitar pulau Utara dan Selatan Selandia Baru, yang menjadi objek wisata turis yang berkunjung ke Selandia Baru. Siklus hidup glowworm dimulai dengan telur, yang berubah menjadi larva, dan kepompong kemudian menjadi, lalat. Yah, cacing yang kita bicarakan disini sebenarnya hanya sementara, karena nantinya akan berubah menjadi lalat. Lalat atau nyamuk ini berarti mirip dengan kunang-kunang. Cacing yang dimaksud di sini adalah Arachnocampa luminosa yang masih berbentuk larva. Ukuran Arachnocampa luminosa sebesar ukuran nyamuk rata-rata.
  5. Makanan dari Arachnocampa luminosa adalah nyamuk, lalat, rayap, bahkan siput kecil. Arachnocampa luminosa bisa melakukan kanibalisme atau istilah lainnya adalah memakan sebangsa sendiri, ketika populasi mulai banyak.
  6. Sinar yang menyala dari Arachnocampa luminosa betina diduga merupakan usaha yang dilakukan betina untuk menarik perhatian Arachnocampa luminosa jantan. Yang paling terang ternyata adalah Arachnocampa luminosa pada fase larva. Arachnocampa luminosa dewasa hanya terbang di sekitar area, untuk membuat colony baru. Arachnocampa luminosa jantan berfokus untuk mencari pasangan, sementara Arachnocampa luminosa betina berfokus untuk menghasilkan telur.
  7. Arachnocampa luminosa yang berbentuk larva sangat sensitive terhadap cahaya, dan gangguan bisa membuatnya berhenti bercahaya.

Itu tadi misteri di balik cacing di Selandia Baru yang bisa bercahaya di dalam gua.

Baca Juga : Sepeda paling Mahal Di Dunia

Loading...

Loading…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *