Sajak manis dibalik novel marmut merah jambu karya Raditya Dika

Raditya dika merupakan seorang komika yang terkenal. Raditya dika yang seorang komika ternyata juga seorang sutradara pula.

Sebagian film yang disutradarai adalah filmnya sendiri. Salah satu karya filmnya yang terkenal adalah marmut merah jambu.

Raditya dika yang sering disapa dengan radith dan dika ini memiliki banyak fans, sebagian fans nya adalah remaja-remaja perempuan.

Bagi anda yang penggemar film dan novel raditya dika pastinya sudah sangat hafal denga judul-judul filmnya.

Baca Juga : Hal-Hal Unik Yang Dilakukan Anak Kuliahan Untuk Memangsa Waktu Gabut Dengan Lahap

Namun masih ingatkah anda dengan sajak-sajak manis yang ada di novel marmut merah jambu karya raditya dika?.

Jika anda lupa, berikut wowaneh.com telah merangkumnya untuk anda.

Dalam novel marmut merah jambu terdapat banyak bagian.

Bagian tersebut seperti balada sunatan edgar, pertemuan terakhir dengan ina mangukusumo, misteri surat cinta untuk ketua osis dan cinta diatas sepoong chatting. Berikut kalimat indah disetiap bagiannya :

  1. Bagian Balada Sunatan Edgar

Bagian balada sunatan Edgar terdapat kalimat yang begitu menusuk bagian dalam orang yang sedang mengalami patah hati. Yaitu adanya kalimat “karena luka hati, terutama ketika tidak dijahit, bisa jadi tidak akan pernah kering”.

  1. Bagian Pertemuan Terakhir Dengan Ina Mangunkusumo

Bagian ini terdapat kalimat yang merupakan kejujuran hati dari seseorang yang sudah lama tak mencinta orang lain “semua sudah berubah, bergerak maju dengan kecepatan yang tak bsa gue prediksi sebelumnya. Tapi kenapa hingga saat ini, setelah beberapa tahun, selai kacang dilidah gue masih terasa hambar”.

  1. Bagian Misteri Surat Cinta Untuk Ketua Osis

Dalam bagian ini terdapat kalimat yang membela orang yang jatuh cinta, karena jatuh cinta adalah anugrah jika dalam waktu yang pas. Yaitu adanya kalimat “apa yang salah dari orang yang terlalu dalam sayang sama orang lain?”

  1. Bagian Cinta Diatas Sepotong Chatting

Bagian ini pun juga menyadarkan anda mengenai pandangan cinta yang sebenarnya dan seharusnya memandang cinta dari sisi yang pas. Yaitu kalimat “cinta mungkin buta, tapi kadang, untuk bisa melihatnya dengan lebih jelas, kita hanya perlu kacamata yang pas”

  1. Bagian Marmut Merah Jambu

Bagian ini menjelaskan tentang segala sesuatu butuh keberanian. Dan berikut kutipannya yang mengungkapkan keberanian yang seharusnya dibutuhkan “sebenarnya pacaran itu punya resiko yang lebih besar untuk sakit hati. Tapi kita tahu bahwa mencintai seseorang membutuhkan keberanian”

  1. Ending Novel Marmot Merah Jambu

Dalam ending novel marmot merah jambu juga membuat banyak pembacanya menitihkan air mata, berikut kutipan novel marmut merah jambu “gue maerasa seperti seekor marmut berwarna merah jambu yang terus menerus jatuh cinta, loncat dari satu relationship ke yang lainnya, mencoba berlari dan berlari dalam roda bernama cinta. Seolah-lah maju tapi tidak. Karena sebenarnya jalan ditempat. Entah sudah berapa kali patah hati, berantem, cemburu yang gue alami sebelum dia. Entah berapa kali nembak dan putus, seolah-olah gue berlari dari satu hubungan gagal ke hubungan gagal yang lainnya. Seperti marmut yang tidak tahu kapan harus berhenti berari di roda yang berputar. Dan hubungan kali ini, setiap kali gue memandangi dia, pertanyaan besar itupun timbul : apakah sekarang sudah saatnya berhenti?”

Demikian ulasan kami mengenai sajak manis dari novel marmot merah jambu karya raditya dika. Semoga menambah manfaat dan wawasan serta pengetahuan anda. Mohon maaf jika ada kesalahan dan terimakasih.

Baca Juga : Masih ingat lagu boy dan girl band tahun 2010-an?

Loading...

Loading…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *