Sejarah dan Asal Mula Hari Buruh International

Sejarah dan Asal Mula Hari Buruh International – Setiap manusia Tuhan ciptakan dengan akal, budi dan pikiran untuk mengerjakan banyak hal.

Karena itu, setiap orang memiliki bakat yang unik dan berbeda-beda.

Dengan bakat yang berbeda-beda, manusia bisa menciptakan dan membentuk sesuatu yang baru.

Kreatifitas manusia tentunya diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Manusia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Di dalam bekerja, menjalankan bisnis atau usaha, diperlukan banyak faktor.

Baca Juga : 9 Negara Berikut Ini Tidak Memiliki Gunung di Wilayahnya

Sumber daya seperti manusia, modal dan mesin serta bahan baku diperlukan, terutama untuk menghasilkan barang dan jasa yang bisa dikonsumsi sendiri ataupun untuk dijual kembali. Kita akan berfokus kepada sumber daya manusia.

Sumber daya manusia, atau yang lebih dikenal dengan buruh, merupakan sumber daya berupa manusia, baik itu fisik dan mental serta kreatifitas, yang diperlukan untuk menghasilkan barang dan jasa.

Pada saat ini buruh menjadi sesuatu yang penting dan harus diperhatikan di dalam suatu usaha dan produksi barang serta jasa.

Sebenarnya buruh mencakup semua tenaga kerja, mulai dari tenaga kerja yang level manajemennya tinggi seperti direktur sampai tenaga kerja yang level manajemennnya rendah seperti karyawan.

Namun, di Indonesia kata buruh konotasinya lebih ke arah karyawan yang bekerja berat, kasar dan kebanyakan bekerja dengan fisik.

Buruh sendiri terbagi menjadi dua, yaitu buruh profesional dan buruh kasar.

Lalu selain itu buruh juga terbagi menjadi banyak, ada buruh kontrak dan nonkontrak, buruh lepas dan buruh tetap, buruh bekerja penuh dan paruh waktu. Mengingat persentase yang cukup besar populasinya di dunia, ada hari yang diperingati secar

a khusus di selouruh dunia sebagai hari buruh, yaitu tanggal 1 Mei, yang juga dikenal dengan istilah Mayday. Lalu bagaimana sejarah tentang hari buruh?

Mayday sendiri berasal dari Amerika Serikat, dan akhirnya diperingati sebagai hari buruh internasional.

Biasanya pada hari Mayday, para buruh akan melakukan kampanye untuk menyuarakan kembali hak-hak pekerja dan buruh, yang mayoritas adalah buruh kelas menengah ke bawah, yang tidak diperhatikan pihak pemberi kerja ataupun pemerintah.

Petisi ini nantinya akan menjadi acuan pemberi kerja di dalam memberikan kebijakan demi proses kerja buruh dan kesejahteraan yang lebih baik.

Isu kesejahteraan lebih dikedepankan di dalam petisi, karena mayoritas buruh terutama buruh kelas rendah mendapatkan perlakuan yang kurang baik, seperti upah yang terlalu kecil, kesehatan dan keselamatan kerja yang diabaikan, peluang untuk kenaikan posisi yang dipersulit serta jam kerja yang berlebihan dan mengikat buruh sehingga tidak memiliki kebebasan untuk melakukan hal lain di luar bekerja.

Belum lagi  banyak peraturan yang dirasa berat sebelah, lebih menguntungkan pihak pemberik kerja.

Pada abad 19 akhir, para buruh berjuang untuk mendapatkan jam kerja 8 jam perhari, seperti saat ini.

Para buruh pada saat itu biasa bekerja 10-16 jam sehari, dengan kondisi yang tidak nyaman dan aman.

Bayangkan seperti apa keadaanya! Banyak kematian dan kecelakaan terjadi, mengorbankan banyak buruh.

Melihat hal itu, para simpatisan dan buruh pun bergabung serta membentuk kekuatan, membentuk FOTLU (Federation of Organized Trades and Labours Union), kemudian berganti menjadi American Federation of Labour, meminta hak-hak buruh dan memperjuangkan keselamatan para buruh.

Dimulai dari kota Chicago, para buruh memperjuangkan hak untuk mendapatkan kesejahteraan dan keselamatan serta jam dan upah yang pantas, yang selama ini diabaikan oleh para pemberi kerja.

Keuntungan selama ini dianggap hanya diraup oleh para pemilik modal tanpa memperhatikan buruh.

lalu pada 1 Mei 1886, sebanyak 400,000 buruh  dan pekerja mogok bekerja,  turun ke jalan, di sepanjang jalan di Amerika, menuntut hak-hak ke jalan-jalan dan menimbulkan kerusuhan antara pendemo dengan polisi. Kejadian ini dikenal dengan peristiwa kerusuhan Haymarket.

Banyak korban meninggal akibat kejadian tersebut, karena polisi menembaki para pendemo.

Setelah hari itu, usaha-usaha para buruh semakin gencar di dalam memperjuangkan hak para buruh, namun lebih ke arah kompromisasi dan persepakatan.

Setelah kejadian itu, pada tahun 1989 keluarlah keputusan dari Konvensi Sosialis di Perancis, yang mengatakan bahwa hari 1 Mei harus dikenang sebagai hari buruh internasional.

Demikian sejarah dan asal mula hari buruh internasional.

Baca Juga : Kematian Paling Misterius Yang Disebabkan Oleh Paranormal

Loading…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *